Pariwisata Thailand dalam Sorotan Akibat Hilangnya Turis China di Perbatasan
Smallest Font
Largest Font
![]() |
Chinatown, Bangkok, Thailand (Florian Wehde/Unsplash) |
Thailand tengah menghadapi sorotan tajam setelah dua kasus hilangnya turis asal China mencuat dalam waktu berdekatan. Insiden pertama melibatkan aktor terkenal Wang Xing, sementara kasus kedua menimpa dua perempuan muda asal China yang sempat dinyatakan hilang selama sepekan. Ketiganya ditemukan di area perbatasan Thailand-Myanmar, yang mengundang kekhawatiran besar terkait keamanan wisatawan di negara ini.
Gelombang Kekhawatiran di Kalangan Wisatawan China
Berita ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat China dan memicu kekhawatiran besar, terutama di antara mereka yang sudah merencanakan liburan ke Thailand. Banyak calon wisatawan yang akhirnya membatalkan perjalanan mereka, baik secara individu maupun melalui agen tur.
Prachoom Tantiprasertsuk, Ketua Pemasaran Asosiasi Hotel Thailand (THA), mengonfirmasi bahwa pembatalan pemesanan hotel mulai berdampak signifikan di kota-kota utama seperti Bangkok. "Dampak paling terasa adalah pada grup tur besar, karena agen perjalanan memiliki fleksibilitas untuk membatalkan akomodasi dan penerbangan mereka," ujar Prachoom.
Selain hotel, maskapai penerbangan seperti Thai Lion Air dan Thai AirAsia juga melaporkan penurunan pemesanan tiket dari wisatawan China. Beberapa penerbangan carter ke destinasi populer seperti Phuket bahkan dibatalkan karena kurangnya minat.
Turis China Pasar Utama Pariwisata Thailand
China telah menjadi pasar terbesar bagi sektor pariwisata Thailand selama satu dekade terakhir. Oleh karena itu, hilangnya kepercayaan dari wisatawan asal China dapat berdampak besar, terutama menjelang momen puncak seperti Tahun Baru Imlek.
Menurut perkiraan, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Thailand dapat turun hingga 30 persen pada Januari ini. Situasi ini menjadi pukulan berat, mengingat pariwisata Thailand baru saja mulai bangkit setelah pandemi COVID-19.
Langkah Pemerintah untuk Pulihkan Kepercayaan
Pemerintah Thailand bergerak cepat untuk meredam dampak negatif dari kasus ini. Langkah-langkah yang diambil termasuk kampanye promosi pariwisata dan penguatan pengawasan keamanan, khususnya di daerah-daerah rawan.
Perdana Menteri Thailand juga memerintahkan tindakan tegas terhadap kejahatan lintas negara yang dapat mengancam keselamatan wisatawan. “Kami bekerja sama dengan pihak berwenang China untuk memastikan kepercayaan wisatawan dapat pulih,” ujar Jirayu Huangsub, juru bicara pemerintah.
Harapan untuk Pemulihan Pariwisata
Meski langkah-langkah ini telah diambil, tantangan tetap besar. Thailand harus mampu menunjukkan bahwa negara ini aman bagi semua wisatawan, tanpa terkecuali. Dengan begitu, mereka dapat membalikkan situasi dan menjaga reputasi sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia.